简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
The Fed Suntik Likuiditas, Respons Pasar Tetap Datar
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPada 31 Desember 2025, Federal Reserve memperluas Standing Repo Facility (SRF) hingga USD 74,6 miliar, mencetak rekor baru dalam penyediaan likuiditas ke sistem keuangan. Namun demikian,
Ikhtisar Pasar
Pada 31 Desember 2025, Federal Reserve memperluas Standing Repo Facility (SRF) hingga USD 74,6 miliar, mencetak rekor baru dalam penyediaan likuiditas ke sistem keuangan. Namun demikian, aset berisiko maupun logam mulia menunjukkan kinerja yang relatif lemah, terutama karena langkah tersebut dinilai sebagai operasi musiman rutin menjelang akhir tahun.
Keempat indeks saham utama AS ditutup melemah:
S&P 500 turun 0,74%
Dow Jones Industrial Average turun 0,63%
Nasdaq Composite melemah 0,76%
Philadelphia Semiconductor Index turun 1,20%
Di pasar komoditas, perak mengalami tekanan aksi ambil untung dengan penurunan lebih dari 10%, sementara emas terkoreksi sebesar 1,80%.
Indeks Dolar AS bergerak dalam kisaran sempit. Setelah gagal menembus level 98, dolar melemah kembali ke 97,88, membentuk pola konsolidasi horizontal.
Sementara itu, yuan offshore (CNH) menguat menembus level psikologis 7,0, mencetak level tertinggi dalam 15 bulan terakhir.
Sejak April tahun lalu, yuan terhadap dolar AS telah memasuki tren apresiasi berkelanjutan, dengan penguatan kumulatif mencapai 6%, sekaligus mengakhiri fase konsolidasi yang berlangsung lebih dari dua tahun. Menurut laporan Barrons, penguatan yuan ini tidak hanya memengaruhi sentimen pasar keuangan, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap aktivitas ekspor-impor korporasi serta strategi lindung nilai (hedging).
Sorotan Utama (Hot Topics)1. The Fed Catat Rekor Injeksi Likuiditas
Pada hari perdagangan terakhir tahun 2025, Federal Reserve menyalurkan USD 74,6 miliar melalui SRF kepada lembaga keuangan, jauh melampaui rekor sebelumnya di USD 50,35 miliar.
Analis pasar menilai lonjakan ini terutama didorong oleh kebutuhan manajemen neraca bank dan penyelesaian regulasi akhir tahun, yang bersifat musiman.
Meski likuiditas disuntikkan dalam skala besar, aset berisiko seperti Bitcoin tidak menunjukkan reaksi signifikan, mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati.
2. Krisis Listrik di AS? Raksasa AI Bangun Pembangkit Sendiri
Dengan pembangunan jaringan listrik publik di AS yang dapat memakan waktu hingga sepuluh tahun, sejumlah raksasa AI seperti OpenAI, xAI, dan Google memilih melewati jaringan publik dan membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas secara mandiri demi mempercepat pengoperasian kapasitas komputasi.
Logika dasarnya jelas: ketika AI memasuki fase deploymen skala masif, isu listrik tidak lagi sekadar persoalan biaya, melainkan telah meningkat menjadi kendala fundamental utama yang menentukan apakah kapasitas komputasi dapat online tepat waktu.
Agenda Penting (GMT+8)
22:45 – AS: PMI Manufaktur S&P Global bulan Desember
23:00 – AS: Belanja Konstruksi bulan November (MoM)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
