简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Pesta Reli Logam Mulia
Ikhtisar:Penggerak utama kenaikan pasar logam mulia pada perdagangan sebelumnya adalah harga nikel. Harga nikel sempat melonjak lebih dari 10%, yang kemudian mendorong harga perak naik lebih dari 6%. Emas turu
Penggerak utama kenaikan pasar logam mulia pada perdagangan sebelumnya adalah harga nikel. Harga nikel sempat melonjak lebih dari 10%, yang kemudian mendorong harga perak naik lebih dari 6%. Emas turut menikmati efek limpahan reli tersebut dan ikut menguat. Kontrak berjangka emas ditutup di USD 4.503,10 per ons, naik 1,16%.
Di tengah euforia reli logam mulia, kami tetap mengingatkan investor untuk waspada terhadap risiko harga tinggi yang rentan berbalik arah. Saat ini, pergerakan harga logam mulia memang menunjukkan pelemahan keterkaitan dengan fundamental, sehingga strategi yang lebih tepat adalah perdagangan jangka pendek dengan pendekatan fleksibel dan hati-hati.
Berdasarkan data terbaru dari indikator inflasi frekuensi tinggi Truflation, indeks inflasi tercatat di 1,87%, yang menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat masih berada dalam tren perlambatan berkelanjutan.

(Gambar 1: Indeks Inflasi Truflation | Sumber: Truflation)Dua Perspektif dalam Membaca Inflasi
Interpretasi inflasi dapat dibagi ke dalam dua sudut pandang utama:
Permintaan akhir yang melemah, sehingga kebijakan moneter ke depan perlu lebih agresif dalam pelonggaran, mendukung ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih besar oleh Federal Reserve.
Munculnya pertumbuhan ekonomi berbasis deflasi (deflationary growth).
Deflationary Economic Growth: Deflasi yang Sehat
Pelajaran Sejarah: Revolusi Industri Kedua
Pandangan Elon Musk dan Risiko Kebijakan Moneter
Dalam ulasan ini, kami tidak akan membahas poin pertama, melainkan memfokuskan analisis pada poin kedua, yaitu pertumbuhan ekonomi berbasis deflasi (Deflationary Economic Growth). Berdasarkan analisis sektor industri dan pengalaman historis, Federal Reserve tidak selalu harus mempercepat penurunan suku bunga dalam kondisi ini.
Pertumbuhan ekonomi berbasis deflasi, yang juga sering disebut sebagai deflasi yang sehat, menggambarkan kondisi di mana tingkat harga terus menurun, sementara Produk Domestik Bruto (PDB) atau output riil tetap tumbuh.
Kondisi ini mencerminkan situasi ideal di mana peningkatan efisiensi ekonomi mampu mengimbangi penurunan harga. Dalam lingkungan seperti ini, daya beli konsumen meningkat, daya saing perusahaan menguat, dan total kekayaan ekonomi secara keseluruhan bertambah.
Kami menilai bahwa revolusi ekonomi yang didorong oleh inovasi teknologi AI saat ini membuka peluang lebih besar bagi ekonomi global untuk bergerak menuju fase pertumbuhan berbasis deflasi. Deflasi yang sehat menandakan kemakmuran ekonomi, peningkatan produktivitas, dan perbaikan profitabilitas perusahaan. Dalam skenario tersebut, risk appetite investor cenderung meningkat, sehingga aliran dana berpotensi berpindah dari aset lindung nilai seperti emas menuju aset berisiko seperti saham dan investasi teknologi.
Contoh paling terkenal dari pertumbuhan ekonomi berbasis deflasi dalam sejarah terjadi pada paruh kedua abad ke-19 (1873–1896), periode yang dikenal sebagai “Long Depression”. Meski disebut sebagai masa resesi panjang, periode ini justru disertai lonjakan ekonomi yang signifikan.
Pada masa Revolusi Industri Kedua di Amerika Serikat dan Inggris, kemajuan pesat di sektor perkeretaapian, baja, dan listrik menyebabkan harga rata-rata turun sekitar 2% per tahun, sementara pertumbuhan PDB riil mencapai 3%–4% per tahun.
Dampak nyata dari pertumbuhan berbasis deflasi dirasakan langsung oleh masyarakat melalui harga barang yang semakin terjangkau. Terkait hal ini, Elon Musk juga menyampaikan pandangannya dan memperingatkan Federal Reserve.
Ia menyatakan bahwa data real-time yang diperolehnya melalui Tesla dan X (sebelumnya Twitter) menunjukkan bahwa harga bahan baku dan biaya rantai pasok sedang menurun, sejalan dengan logika pengukuran Truflation. Musk mengkhawatirkan bahwa apabila Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga tinggi ketika ekonomi sudah memasuki fase deflasi yang sehat, maka beban utang nominal yang tinggi dapat memicu krisis ekonomi yang tidak perlu.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
