简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS Menguat Imbas Ketegangan Timur Tengah, Mata Uang Asia Coba Bertahan
Ikhtisar:Mata uang kawasan Asia terpantau stabil setelah sempat melemah tajam akibat penguatan dolar AS yang didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi suku bunga tinggi. Sementara itu, yen Jepang masih dibayangi risiko intervensi karena terus tertekan di dekat level krusial 160 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia mulai menunjukkan stabilisasi setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya.
Dolar AS terpantau bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir, didorong oleh kehati-hatian pasar akibat meningkatnya eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Kabar mengenai rencana implementasi gencatan senjata antara Israel dan Lebanon memang sempat memberikan sedikit napas lega, namun eskalasi militer di wilayah tersebut masih memicu kehati-hatian dari para pelaku pasar.
Dari kawasan regional, pergerakan yen Jepang terus menjadi sorotan utama karena nilai tukarnya berfluktuasi di kisaran dekat level psikologis 160 per dolar AS. Kondisi ini membuat para pedagang sangat waspada terhadap kemungkinan adanya intervensi langsung dari otoritas Tokyo guna menopang mata uang.
Pihak bank sentral Jepang telah memberikan sinyal akan mempertimbangkan opsi kenaikan suku bunga apabila momentum inflasi mulai melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi, meski yen masih terus terbebani oleh lebarnya kesenjangan imbal hasil dengan Amerika Serikat.
Pada pergerakan mata uang lainnya, pelemahan dan penguatan terjadi dalam rentang yang cukup terbatas. Won Korea Selatan bergerak sedikit lebih rendah, sementara rupee India dan dolar Australia diperdagangkan secara mendatar setelah sempat berfluktuasi di sesi sebelumnya.
Di sisi lain, nilai tukar yuan Tiongkok mencatat apresiasi ringan dan dolar Singapura relatif tidak banyak bergerak. Sikap pasar yang bervariasi ini juga terjadi berbarengan dengan pelemahan di mayoritas bursa saham Asia.
Posisi nilai tukar dolar AS saat ini terus ditopang oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih solid dari perkiraan, termasuk penambahan jumlah lapangan kerja sektor swasta pada bulan Mei yang menunjukkan masih bertahannya resiliensi tenaga kerja.
Selain itu, kenaikan indeks sektor jasa yang diiringi oleh lonjakan komponen harga telah mengurangi peluang kemudahan kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data laporan ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat yang akan segera dirilis guna mencari petunjuk lanjutan terkait arah pergerakan pasar.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
EBC FINANCIAL GROUP
IC Markets Global
STARTRADER
VT Markets
Exness
TICKMILL
EBC FINANCIAL GROUP
IC Markets Global
STARTRADER
VT Markets
Exness
TICKMILL
WikiFX Broker
EBC FINANCIAL GROUP
IC Markets Global
STARTRADER
VT Markets
Exness
TICKMILL
EBC FINANCIAL GROUP
IC Markets Global
STARTRADER
VT Markets
Exness
TICKMILL

