简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS dan Mata Uang Asia Stabil di Tengah Ketegangan Geopolitik
Ikhtisar:Dolar AS dan mayoritas mata uang Asia bergerak stabil dalam rentang sempit di tengah kewaspadaan pasar terhadap eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran. Tingginya harga minyak akibat terganggunya Selat Hormuz serta kuatnya angka inflasi utama AS semakin mempertegas ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Pergerakan mayoritas mata uang Asia berada dalam rentang sempit pada perdagangan hari Kamis, sementara dolar AS bertahan stabil menyusul memanasnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sikap hati-hati menyelimuti pelaku pasar setelah serangkaian serangan militer berujung pada penghentian lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah secara tajam dan menekan selera risiko investor, yang tercermin dari tren penurunan beruntun di bursa saham Asia maupun Wall Street.
Dari sisi data fundamental, rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS mencatatkan laju percepatan tahunan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir, utamanya didorong oleh membengkaknya biaya energi akibat memburuknya konflik di Timur Tengah.
Walaupun angka inflasi inti mencatatkan pelunakan tipis sebesar 0,2 persen pada bulan Mei, lonjakan laju inflasi konsumen secara keseluruhan menguatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan laju suku bunga pada tingkat yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Pelaku pasar bahkan kembali mengantisipasi setidaknya satu potensi kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.
Di pasar valuta asing, pasangan mata uang yen Jepang terpantau stabil pada kisaran 160,52 per dolar AS, masih tertahan di atas level batas psikologis yang sempat membatasi pelemahan mata uang tersebut pada bulan April lalu.
Fokus investor kini tertuju pada pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ) minggu depan di mana para pembuat kebijakan diproyeksikan akan menaikkan suku bunga menjadi 1,0 persen guna menekan laju inflasi.
Di tempat lain, pergerakan dolar Australia stabil di kisaran $0,700, sementara nilai tukar yuan Tiongkok di pasar darat bergerak datar di tengah kewaspadaan pasar secara meluas.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

