简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Gejolak Politik Venezuela Picu Aksi Safe Haven, Dow Jones Tembus 49.000 untuk Pertama Kalinya
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPerubahan drastis dalam situasi politik Venezuela kemarin memicu volatilitas tajam di pasar keuangan global. Kabar penangkapan Presiden Nicolás Maduro meningkatkan risiko geopolitik seca
Ikhtisar Pasar
Perubahan drastis dalam situasi politik Venezuela kemarin memicu volatilitas tajam di pasar keuangan global. Kabar penangkapan Presiden Nicolás Maduro meningkatkan risiko geopolitik secara signifikan, mendorong arus dana dengan cepat mengalir ke aset lindung nilai seperti obligasi pemerintah AS, logam mulia, dan yen Jepang.
Meski demikian, sentimen pasar secara keseluruhan tetap stabil. Investor masih optimistis terhadap prospek pasar saham AS, tercermin dari kenaikan serempak pada tiga indeks utama. Dow Jones Industrial Average untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus level 49.000 poin secara intraday. Walaupun kenaikan sempat menyempit menjelang penutupan, indeks tersebut tetap mencetak rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan. Saham berkapitalisasi kecil menunjukkan kinerja menonjol dan memimpin penguatan.
Dari sisi saham individual, Amazon dan Tesla memimpin reli sektor teknologi. Sementara itu, saham Chevron melonjak lebih dari 5 persen, didorong oleh pernyataan Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan investasi perusahaan minyak raksasa AS di Venezuela.
Pada sisi makroekonomi dan pasar valuta asing, kombinasi sentimen risk-off dan data ISM Manufaktur AS yang melemah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS turun secara luas. Yield obligasi tenor 10 tahun turun sekitar 4,3 basis poin. Indeks dolar AS bergerak melemah dan menghapus sebagian penguatan sebelumnya yang didorong oleh permintaan safe haven. Yen Jepang tampil kuat dan sempat mendekati level 156 per dolar AS.
Komoditas dan Aset Digital
Pasar komoditas dan kripto menunjukkan kinerja yang sangat impresif:
Logam mulia dan logam industri melonjak tajam
Harga emas spot terdorong oleh permintaan lindung nilai dan melonjak lebih dari 2,5 persen. Perak melanjutkan fenomena short squeeze, dengan harga spot naik sekitar 5 persen, sementara kontrak berjangka perak di New York sempat melonjak hampir 10 persen secara intraday. Tembaga London mencetak tonggak sejarah baru dengan menembus level USD 13.000 per ton untuk pertama kalinya.
Pasar energi berbalik arah membentuk pola V
Harga minyak mentah sempat tertekan di tengah ketidakpastian geopolitik, namun kemudian berbalik menguat. Minyak WTI rebound lebih dari 3,6 persen dari level terendah intraday.
Kripto kembali menguat
Selera risiko tetap terjaga. Bitcoin melonjak dan kembali mendekati area USD 95.000, sementara Ethereum untuk pertama kalinya dalam satu bulan kembali menembus level USD 3.200.
Sorotan UtamaISM Manufaktur AS Desember Kontraksi Terbesar Sejak 2024, Inventori Jadi Beban Utama
Indeks ISM Manufaktur AS bulan Desember turun tipis dari 48,2 menjadi 47,9, menandai bulan ke-10 berturut-turut berada di bawah ambang ekspansi 50. Pesanan baru tercatat mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut, sementara pesanan ekspor tetap lemah. Komponen ketenagakerjaan turun untuk bulan ke-11 berturut-turut, meski laju penurunan mulai melambat. Indeks harga yang dibayarkan bertahan di level 58,5, sekitar 6 poin lebih tinggi dibanding akhir 2024.
Pelemahan indeks secara keseluruhan terutama disebabkan oleh percepatan penurunan inventori. Analis menilai bahwa karena tingkat persediaan pelanggan juga berada pada level rendah, permintaan manufaktur berpotensi membaik dalam beberapa bulan mendatang.
Goldman Sachs Serukan Overweight Saham Tiongkok
Penyesuaian bobot tahunan Bloomberg Commodity Index diperkirakan akan memicu penjualan kontrak berjangka emas senilai lebih dari USD 6 miliar dan kontrak berjangka perak lebih dari USD 5 miliar dalam jendela rollover selama lima hari. Para strategist institusional memperingatkan bahwa dalam dua pekan ke depan, pasar perak Comex berpotensi menghadapi aksi jual setara dengan sekitar 13 persen dari total open interest, yang dapat menyebabkan penilaian ulang harga secara signifikan ke arah bawah. Kondisi likuiditas yang rendah pasca-libur berisiko memperbesar volatilitas harga.
Fokus Perhatian (GMT+8)
21:00 (AS) – Pernyataan Barkin, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond dan anggota FOMC 2027
22:45 (AS) – Final PMI Jasa S&P Global AS bulan Desember
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
